Kamis, 05 November 2015


By on 01.46


UNSUR-UNSUR HADIS

Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah: UlumulHadist
Dosen Pengampu: H. Muh.AjiNugroho, Lc, M.Pd.I.
       Disusun Oleh:
Asep Priyanto                         (145131002)
Sulastriyani                             (145131026)
Andirasari                               (145131033)

JURUSAN PERBANKAN SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
2015

UNSUR-UNSUR HADIST NABI

A.    Pendahuluan
Hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an, yang menjadi pedoman umat islam di dunia. Hadits merupakan penjelas hukum yang terdapat di dalam al-Qur’an yang masih bersifat global maupun hukum yang belum ada di dalam al-Qur’an. Hadits adalah pekataan, perbuatan, persetujuan dan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Di dalam hadits terdapat tiga unsur yang tidak bisa di pisahkan, yaitu sanad, matan dan rawi. Shahih tidaknya hadits terdapat dalam matan dan sanadnya. Sehubungan dengan tiga unsur hadits tersebut, dibawah ini akan dijelaskan mengenai sanad, matan dan rawi hadits.

B.     Pengertian Rawi, Sanad dan Matan
1.      Pengertian Rawi
Secara etimologi rawi berasal dari kata ar-rawi yang artinya orang yang meriwayatkan atau memberikan hadits, naqil al-hadits. Secara istilah rawi adalah orang yang meriwayatkan dan memindahkan hadits.[1] Semantara menurut Abdul Majid Khon   Rawi adalah orang yang meriwayatkan atau orang yang menyampaikan periwayatan hadits dari seorang guru kepada orang lain yang terhimpun kedalam buku hadits. [2]   
2.      Pengertian Sanad
Secara etimologi sanad adalah المعتد yang artinya sesuatu yang dijadikan sandaran, pegangan dan pedoman.[3] Secara istilah sanad adalah mata rantai perawi hadits yang menghubungkan sampai kepada matan hadits. Adapun menurut al badru bin jamaah dan at-tiby yang dimuat dalam bukunya Mudasir sanad adalah berita tentang jalan matan.[4]
3.      Matan
Secara etimologi matan artinya segala sesuatu yang keras bagian atasnya. Secara istilah matan redaksi dari sebuah hadits.[5] Matan adalah sesuatu kalimat setelah berakhirnya sanad.[6] Sedangkan pengertian matan menurut Munzier Suparta adalah lafaz-lafaz hadits yang didalamnya mengandung makna-makna tertentu.[7]
Jadi rawi adalah orang yang meriwayatkan hadits, sedangkan sanad adalah rangkaian orang-orang yang meriwayatkan hadits dan matan adalah lafadz-lafadz yang merupakan isi dari sebuah hadits.contoh:
حدثنا محمد بن معمر بن ربعي القيس، حدثنا أبو هشام المحزومي عن عبد الواحد وهو ابن زياد حدثنا عثمان بن حكيم حدثنا محمد ابن المنكدر عن عمران عن عثمان بن عفان قال ؛ قال رسول الله صلي الله عليه و سلم ؛ من توضأ فأحسن الوضوء خرجت خطاياه من جسده حتي تخرج من تحت أظفاره.(رواه مسلم)
Artinya:“ Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ma’mar bin Rabi’i al-Qisi, katanya telah menceritakan kepadaku Abu Hisyama al-Mahzumi dari Abu Al-Wahid yaitu Ibnu Ziyad, katanya telah menceritakan kepadaku ‘Utsman bin Hakim, katanya telah menceritakan kepadaku Muhammad al-Munkadir, dari ‘Amran, dari ‘Utsman bin Affan r.a. ia berkata ”Barang siapa yang berwudu’ dengan sempurna (sebaik-baiknya wudu’), keluarlah dosa-dosanya dari seluruh badannya, bahkan dari bawah kukunya” (H.R. Muslim).

No
Nama
Rowi
Sanad
1
Ustman bin affan
1
8
2
Imran
2
7
3
Muhamad ibnu Al munkadiri
3
6
4
Ustman bin hakim
4
5
5
Abdul wahid
5
4
6
Abu hisyam Al mahzumi
6
3
7
Muhamad bin ma’mar bin Rabi al Qisi
7
2
8
Imam muslim
8/mukhoriju al hadits
1/mukhorij al hadits


C.    Kriteria dan Syarat-syarat Periwayatan Hadits
Kriteria kesahihan hadits:
1.      itishal al-sanad (sanadnya bersambung), ada beberapa langkah dalam mengetahui bersambung tidaknya suatu sanad, di antaranya sebagai berikut:
a.       mencatat semua rawi dalam sanad yang akan diteliti.
b.      mempelajari masa hidup masing-masing rawi.
c.       mempelajari bentuk lafal ketika menerima dan mengajarkan hadits.
d.      meneliti guru dan murid.[8]
2.      ‘adalat al-rawi (rawinya adil) menurut Al-Razi yang dijelaskan oleh M. Abdurrahman dan Ella Sumarna, ‘adil didefinisikan sebagai kekuatan ruhani (kualitas spiritual) yang mendorong untuk selalu berbuat takwa, yaitu mampu menjauhi dosa-dosa besar, menjauhi kebiasaan melakukan dosa-dosa kecil, dan meninggalkan perbuatan-perbuatan mubah yang menodai maruah, seperti makan sambil berdiri, buang air kecil bukan pada tempatnya, serta berguarai secara berlebihan.[9]
3.      dhabith al-rawi (kemamppuan rawi memelihara hadits) kemampuan rawi dalam memelihara hadits, baik melalui hafalan atau catatan, yaitu mampu meriwayatkan hadits itu sebagaimana diterimanya.[10]
4.      tidak syadz, yaitu tidak menyalahi hadits lain yang rawinya lebih tsiqat.[11]
5.      tidak ada ‘illat artinya tidak ada penyakit atau sesuatu yang menyebabkan kesahihan suatu hadits ternodai.[12]
orang-orang yang menyampaikan hadits harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1.      Islam,hadits yang diriwayatkan oleh non muslim tidak dapat diterima.
2.      baligh danberakalsehat
3.      adalah (adil).
4.      al-dabt, yaitu teliti dan cermat baik ketika menerima pelajaran hadits maupun ketika menyampaikannya.[13]
Kriteria dan syarat-syarat tersebut menunjukan bahwa, para ulama sangat berhati-hati dalam mencari dan menentukan derajat suatu hadits, mengingat kedudukan hadits yang sangat penting, yaitu sebagai sumber hukum kedua setelah al-qur’an. Selain itu, kualitas perawi dan kebersambungannya sanad menjadi sebuah urgensi setelah munculnya hadits-hadis maudhu.



D.    Perbedaan Rawi, Sanad dan Matan Hadits
Rawi
Sanad
Matan
Orang yang menerima hadits, kemudian menghimpun dalam suatu kitab tadwin
Orang yangmenerima hadits dan hanya menyampaikan kepada orang lain tanpa membukukannya.
Redaksi
Dalam penyebutan silsilah hadits, untuk rawi pertama adalah orang yang langsung menerima hadits dari Rasulullah SAW
Dalam penyebutan silsilah hadits, untuk sanad yang disebut sanad pertama adalah orang yang langsung menyampaikan hadits tersebut kepada penerimanya
Redaksi


E.     Kandungan Matan secara Umum dapat Dikatakan sebagi Hadits
Menurut Solahudin-Din al-Adlabi, yang dijelaskan oleh Muhamad Syuhudi Ismail ada empat macam tolak ukur kesahihan suatu hadits:
1.      Tidak bertentangan dengan petunjuk Al-Qur’an.
2.      Tidak bertentangan dengan hadits yang lebih kuat.
3.      Tidak bertentangan dengan akal yang sehat, indera dan sejarah.
4.      Susunan pernyataannya menunjukan ciri-ciri sabda kenabian.[14]



F.     Kesimpulan
Sanad adalah rangkaian orang-orang yang menyampaikan hadits, bersambung tidaknya suatu sanad adalah salah satu faktor penentu derajat hadits. Sanad dan rawi memiliki kemiripan secara etimologi, namun seperti yang telah dipaparkan bahwa sanad adalah orang yang menerima dan menyampaikan  hadits namun tidak membukukannya, sedangkan rawi adalah orang yang meriwayatkan hadits lalu menyampaikan, dan membukukannya.


DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman Muhamad, Ellan Sumarna, 2011, Metode Kritik Hadits,Bandung: Remaja Rosdakarya
IsmailM. Syuhudi, 1992, Metodelogi Penelitian Hadits, Jakarta: Bulan Bintanng
Khon Abdul Majid, 2013, Ulumul Hadits, Cet.2Jakarta: Bumi Aksara
Mudasir. 2010. Ilmu Hadits. Bandung: Pustaka Setia
Munzier, Suparta. 2011. Ilmu Hadits. Jakarta: Raja Grafindo
Solahudin, M. Agus Agus Suyadi, 2009, Ulumul Hadits, Bandung: Pustaka Setia
Zuhri Muhamad, 2003, Hadits Nabi, Yogyakarta: Tiara Wacan


[1]M. Agus Solahudin, Agus Suyadi, Ulumul Hadits, (Bandung: Pustaka Setia, 2009),  hlm. 99.
[2]Abdul Majid Khon, Ulumul Hadits, (Jakarta: Bumi Aksara, 2013),  hlm. 114.
[3]Ibid,  hlm. 107
[4]Mudasir, Ilmu Hadits, (Bandung: Pustaka Setia, 2010), hlm. 61.
[5]M. Agus Solahudin, Agus Suyadi, Ulumul Hadits, hlm. 97-98.
[6]Abdul Majid Khon, Ulumul Hadits, hlm. 113.
[7]Munzier Suparta, Ilmu Hadits, (Jakarta: Raja Grafindo, 2011), hlm.  47.
[8]M. Abdurrahman, Ellan Sumarna, Metode Kritik Hadits, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 14.
[9]Ibid.,
[10]Ibid, hlm.15.
[11]Ibid.,
[12]Ibid.,
[13]Muh. Zuhri, Hadits Nabi, (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta, 2003), hlm. 110.
[14]M. Syuhudi Ismail, Metodelogi Penelitian Hadits, (Jakarta: Bulan Bintanng, 1992), hlm. 128-129.

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 komentar:

Posting Komentar