Rabu, 20 Mei 2015

peradaban Islam masa Nabi Muhammad SAW


By on 08.57


Dakwah Nabi Muhammad S.A.W periode mekah dan madinah
1.      Gambaran secara umum misi dakwah nabi muhammad saw
Kondisi bangsa arab sebelum islam datang sangat memprihatinkan, akhlak atau moral masyarakatnya jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Perzinahan, perbudakan, perang antar suku, dan mabuk sudah menjadi hal yang dianggap wajar, sedangkan dari aspek agama orang-orang mekah adalah penyembah berhala. Berangkat dari sinilah Allah swt mengutus nabi muhammad saw yang tujuan utamanya adalah menegakkan kalimat tauhid “laa ilaaha illAllah wa asyhadu anna muhammadur rasulullah” yang mengandung makna pengesaan Alloh SWT sebagai satu-satunya tuhan yang berhak disembah dan penegasan bahwa nabi muhammad  adalah utusan Alloh SWT, serta untuk memperbaiki moral atau akhlaq bangsa arab sesuai dengan hadis beliau “innii bu’itstu liutammima makarimal akhlaq” yang artinya sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.
2.      Pengangkatan muhammad menjadi nabi dan rasul
Proses pengangkatan muhammad menjadi nabi dan rasul dimulai saat muhammad bertahannuts di gua hira. Nabi muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan oleh imam bukhari, terbiasa melakukan tahnnuts dan menyendiri selama sekian hari, yakni bisa jadi sepuluh hari, bahkan sampai sebulan, kegiatan itu dilukiskan oleh aisyah ra sebagai ilaihi al kholau khubbiba dicintakan kepadanya menyendiri, yakni menyendiri itu dijadikan Allah kesukaan bagi beliau.
pada malam ke 17 ramadhan  tepatnya 6 agustus 610 M dan bertepatan dengan usia beliau yang ke empat puluh beliau menerima wahyu pertamanya yang sekaligus menandakan beliau menjadi nabi dan rasul yakni qs al alaq 1-5[1].
3.      dakwah nabi Muhammad saw di mekkah
setelah diutus menjabi nabi dan rasul, nabi Muhammad menghadapi tantangan dari kaum kafir quraisy dalam menyebarkan ajaran islam yang bertentangan dengan ajaran nenek moyang mereka.
·         Fase dakwah secara sembunyi-sembunyi
Dikarenakan adanya tantangan dari kaum kafir quraisy nabi muhammad saw memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyiatauBisirri (secara rahasia) adalah dakwah Rosulluloh dalam mengembangkan risalah Alloh sewaktu pertama kali mendapat amanah dari alloh untuk menjalankan misi kerasulannya. Dakwah ini berlangsung dalam kurun waktu 3 tahun dari massa kenabian Muhammad. Dakwah secara sembunyi-sembunyi ini sasaran pertama adalah keluarga satu rumah rosulluloh yaitu Khadijah dan anak-anaknya. Dan yang kedua adalah sahabat-sahabat terdekat Nabi seperti Abu Bakar dan usman bin Affan . sasaran dakawah ke tiga adalah kerabat atau family terdekat Nabi, seperti Ali bin abi tholib dan Ja’far bin abi tholib.Tidak semua keluarga dan kerabat terdekat Nabi menerima Agama islam.bahkan tidak sedikit keluarga rosulluloh yang menentang dan memusuhinya seperti Abu Lahab paman Nabi sendiri.

·         Fase dakwah secara terang-terangan
Setelah melakukan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi nabi muhammad mendapatkan perintah untuk berdakwah secara terang-terangan setelah turunnya Surat Al- Hijr ayat 94.
Ayat tersebut memerintahkan agar Rosulluloh mensyiarkan islam secara terbuka. Rosulluloh dihadapan bangsa Arab menyampaikan dakwah secara terbuka untuk menyembah kepada Alloh dan mengesakannya. Dakwah yang bersifat terbuka ini pertama kali ditujukan kepada kerabatnya sendiri, lalu kepada Masyarakat dan Kabillah-kabillah Arab lainnya yang datang ke mekkah untuk ibadah Haji. Dengan seruan dakwah secara terang-terangan ini maka dakawah Rosulluloh semakin luas dan pengikutnya bertmbah banyak. Rosulluloh menyerukan secara tegas pada Mayarakat umum untuk meninggalkan berhala dan tradisi nenek moyang mereka yang tidak menyembah kepada alloh.
Nabi muhammad saw menyampaikan dakwah secara terang-terangan kepada seluruh masyarakat mekkah pertama kali di bukit shafa. Seruan ini merupakan bentuk dari esensi penyampaian dakwah yang optimal dimana rasulullah telah menjelaskan kepada orang-orang yang memiliki hubungan terdekat dengannya bahwa membenarkan risalah yang dibawanya tersebut adalah bentuk dari efektifitas hubungan antara dirinya dengan mereka. Demikian pula, bahwa fanatisme kekerabatan yang dibudidayakan oleh orang-orang arab akan mencair dibawah terik panasnya peringatan yang datang dari Allah tersebut[2].
Reaksi masyarakat mekkah terhadap seruan nabi Muhammad saw
Masyarakat mekkah terbelah menjadi dua dalam menyikapi dakwah nabi muhammad saw, ada yang menerima dakwah nabi muhammad serta ada yang memusuhi dakwah nabi muhammad yakni kaum kafir quraisy. Beragam cara dilakukan kaum kafir quraisy untuk menghambat dakwah nabi muhammad saw
Pertama, mengejek, menghina, merendahkan, mendustai dan menertawakan. Target mereka adalah menghinakan kaum muslimin dan melemahkan semangat juang mereka. Mereka selalu menuduh rasulullah saw dengan tuduhan-tuduhan yang kerdil dan celaan-celaaan yang nista; menjuluki beliau sebagai orang gila[3]
Kedua, memperburuk citra ajaran-ajaran yang dibawanya, menyebarkan syubhat-syubhat, menyebarkan dakwaan-dakwaan dusta, menyiarkan aneka pernyataan yang keliru seputar ajaran-ajaran, diri, dan pribadi beliau serta membesar-besarkan tentang hal itu[4].
Ketiga, menghalangi orang-orang agar tidak dapat mendengarkan Al-qur’an dan mengimbanginya dengan dongengan-dongengan orang-orang dahulu serta membuat sibuk mereka dengan hal itu[5].
Akantetapi nabi muhammad tetap gigih dalam mensyiarkan agama islam meskipun kaum kafir quraisy memusuhi dan mencaci maki beliau. Kaum kafir quraisy pun tidak tinggal diam dalam usahanya menghentikan dakwah nabi muhammad saw, bahkan kaum kafir quraisy mulai melakukan penindasan dan penyiksaan terhadap nabi muhammad dan kaum muslimin




4.      Dakwah nabi muhammad saw di madinah
A. Faktor yang menorong hijrahnya Nabi saw
1. Ada tanda-tanda baik pada perkembangan Islam di Yatsrib, karena:
pada tahun 621 M telah dating 13 orang penduduk Yatsrib menemuiNabi saw di bukit Akabah.pada tahun berikutnya, 622 M datang lagi sebanyak 73 orang Yatsrib ke Mekkah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj
2. Rencana pembunuhan Nabi saw oleh kaum Quraisy
3. masyarakat madinah mempunyai hati yang lembut, penuh pertimbangan dan cerdas
4. penyiksaan dan penindasan dari kaum kafir quraisy terhadap rasulullah saw dan kaum muslimin semakin menjadi-jadi
kepercayaan masyarakat madinah pra-islam
sebelum kedatangan islam ke kota yatsrib, masyarakatnya telah memiliki agama atau kepercayaan. Agama yang dianut sebagian masyarakat kota ini adalah agama yahudi dan nasrani, selain agama pagan[6].  Kabilah yang menganut agama yahudi adalah bani qainuqa, bani nadhir, bani gathafan, dan bani quraydloh, sedangkan kabilah yang menganut agama nasrani adalah bani najran.
Periode madinah dapat dibagi ke dalam tiga tahapan, yaitu tahapan pertama, banyak diwarnai dengan cobaan, guncangan dan rintangan, baik dari dalam kota Madinah maupun dari luar Madinah, khususnya orang quraisy. Tahap ini berakhir dengan dikukuhkannya perjanjian Hudaibiyah pada zulqa’dah tahun keenam hijriyah. Tahapan kedua, ditandai dengan perdamaian dengan para pemimpin kaum musyrikin yang berakhir dengan terjadinya Fathu Makkah pada ramadhan tahun ke-8 dari awal hijrah. Peristiwa ini menandai tahapan awal Rasulullah saw kepada para penguasa agar masuk islam. Tahapan ketiga, ditandai dengan masuknya manusia ke dalam islam secara berbondong-bondong, yaitu masa kedatangan para utusan dari berbagai kabilah dan kaum ke madinah. Masa ini berkahir ketika wafatnya rasulullah saw pada rabi’ul awwal tahun sebelas hijriyah[7].
Cara rasulullah saw berdakwah di madinah
A.    Membangun masjid nabawi
Langkah pertama yang dilakukan oleh rasulullah saw di madinah adalah membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat. Di masjid inilah semua pusat kegiatan umat islam dilakukan baik dalam urusan agama seperti shalat, tempat menimba ilmu dari rasulullah saw, maupun dalam urusan sosial seperti sebagai tempat balai pertemuan, tempat untuk mempersatukan berbagai kabilah, sebagai tempat mengatur berbagai urusan kemasyarakatan, sekaligus tempat sebagai menjalankan roda pemerintahan.
B.     Mempersaudarakan kaum anshor dan muhajirin
Rasulullah saw melakukan tindakan yang sangat luar biasa yakni mempersaudarakan kaum anshor dan muhajirin, tindakan ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah antar sesama umat muslim di madinah serta menegaskan bahwa perbedaan keturunan, warna kulit dan kekayaan tidak menyebabkan seseorang itu unggul, karena keunggulan seorang manusia ditentukan oleh ketaqwaannya.
C.     Membuat perjanjian dengan kaum yahudi madinah
Nabi muhammad membuat langkah yang sangat strategis dalam upaya dakwahnya di madinah yakni membuat perjanjian dengan kaum yahudi agar tujuan dan target dakwahnya berhasil, tanpa merasa khawatir atas berbagai gangguan dan ancaman. Nabi muhammad melakukan musyawarah dengan para sahabat dari kalangan muhajirin dan anshor untuk merumuskan pikiran yang akan dijadikan undang-undang yang didalamnya terkandung aturan yang dibuat untuk kaum muhajirin, anshor, yahudi dan kaum musyrikin lainnya agar bersedia hidup berdampingan dengan umat islam secara damai. Undang-undang ini dikenal dengan nama piagam madinah.
D.    Respons masyarakat madinah terhadap dakwah nabi muhammad saw
Sejak rasulullah saw menetap di madinah beliau senantiasa berdakwah menyebarkan agama islam kepada seluruh masyarakat madinah. Dakwah yang dilakukannya itu mendapat sambutan beragam, ada yang menerima dan kemudian masuk islam dan ada pula yang menolak secara diam-diam, misalnya orang yahudi yang tidak senang dengan kehadiran nabi dan umat islam. Penolakan ini mereka lakukan secara diam-diam karena mereka tidak berani berterus terang untuk menentang nabi dan umat islam yang mayoritas tersebut[8].
E.     Perdamaian hudaibiyah : kemenangan dakwah islam
Setelah kaum muslimin menang dalam perang khandak umat islam sangat ingin sekali mengunjungi mekkah, tepatnya pada tahun 6 H atau 628 M kaum muslimin dan rasulullah pergi ke mekkah untuk menunaikan umrah. Pada saat itu bertepatan dengan bulan zulkaidah yang menurut tradisi masyarakat arab diharamkan untuk berperang. Kaum kafir quraisy yang mengetahui hal tersebut langsung menghalang kaum muslimin, namun rasulullah saw mengutus usman bin affan untuk menjelaskan niat kaum muslimin kembali ke mekkah. Akhirnya kesepakatanpun terjadi yang isinya antara lain
·         Kedua belah pihak sepakat mengadakan genjatan senjata selama 10 tahun.
·         Setiap orang diberi kebebasan bergabung dengan muhammad saw atau menjalin perjanjian dengan muhammad saw, dan demikian juga setiap orang diberi kebebasan bergabung dengan kelompok quraisy atau menjalin perjanjian dengan mereka.
·         Siapa yang pergi bergabung dengan muhammad saw tanpa alasan yang dapat dibenarkan, ia harus dicegah dan dikembalikan kepada walinya, tetapi jika pengikut nabi muhammad saw hendak bergabung dengan kelompok quraisy, maka ia harap dibenarkan
·         Pada tahun ini rombongan muhammad saw harus kembali ke madinah. Pada tahun berikutnya mereka diizinkan menjalankan ibadah haji dengan syarat bahwa di mekkah tidak lebih dari 3 hari, dengan tanpa membawa senjata

Perjanjian hudaibiyah ini menimbulkan manfaat yang positif diantaranya : gencatan senjata yang dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun itu dapat dimanfaatkan dengan menyebarkanluaskan agama islam, kearifan sikap nabi muhammad saw dalam perjanjian ini telah menarik simpati dari orang-orang quraisy, yang menyebabkan beberapa orang quraisy masuk islam.

F.      Fath al makkah : kemenangan dalam islam
            Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kaum kafir quraisy yang melanggar perjanjian hudaibiyah sehingga timbullah beberapa usulan yang ditawarkan kepada kaum kafir quraisy, namun pada akhirnya kaum kafir quraisy memilih untuk berperang. Tiada jalan lagi bagi nabi muhammad kecuali mempersiapkan pasukan untuk berperang. Dalam waktu yang singkat nabi muhammad saw berhasil mengumpulkan 10.000 pasukan untuk bergerak menuju mekkah. Sebenarnya pasukan umat islam yang besar itu tidak dimaksudkan untuk memerangi orang-orang quraisy, tapi hanya sekedar peringatan kepada masyarakat kafir quraisy, bahwa umat islam telah solid dan memiliki kekuatan yang sangat besar[9].
            Dalam memasuki kota mekkah rasullah saw membagi pasukannya menjadi 4 bagian yaitu utara, selatan, barat dan timur sehingga kota mekkah terkepung dari segala penjuru. Hal tersebut menyebabkan kaum kafir quraisy tidak mampu melawan pasukan islam. Akhirnya tepat pada 1 januari 630 M atau 20 ramadhan 8 H mekkah dapat dikuasai oleh umat islam. Setelah umat islam dapat menaklukkan mekkah rasulullah saw masuk ke masjidil haram dan menghancurkan segala bentuk sesembahan seperti berhala dan sebagainya lalu nabi muhammad saw memerintahkan bilal bin rabbah untuk mengumandangkan adzan lalu melakukan shalat berjamaah.
            Setelah peristiwa fathu makkah orang-orang mekkah berbondong-bondong menyatakan masuk islam mulai dari paman nabi abbas bin abdul muthallib serta beberapa pembesar quraisy seperti muawiyah bin abu sufyan, hindun binti uthbah, muth’ib bin abu lahab, dan umi hanie binti abi thalib.
G.    Haji wada : tanda berakhirnya tugas nabi muhammad
pada tahun ke-10 hijriyah, nabi muhammad saw merasa bahwa dakwahnya telah sempurna. Karena itu, nabi muhammad saw merencanakan untuk menunaikan ibadah haji para sahabatnya. Inilah yang kemudian dikenal dengan haji al-wada haji yang terakhir ( haji perpisahan ). Dikatakan begitu, karena ketika itu nabi berpamitan kepada para sahabatnya dan menyatakan “ siapa tahu aku tidak dapat lagi bertemu kalian, setelah tahun ini”. [10]
pada saat beliau menjalankan haji ini rasulullah saw mendapat wahyu terakhirnya QS al-maidah ayat 3

yang artinya pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu dan agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kuridhai islam itu jadi agamamu.
Pada senin tanggal 12 rabiul awwal bertepatan dengan tanggal 8 juni 632 M rasulullah saw menghembuskan nafas terakhirnya setelah sebelas hari menderita sakit akibat terkena racun yang diberikan wanita yahudi ketika perang khaibar. Demikianlah kehebatan rasululllah saw dalam usahanya menegakkan agama islam, beliau adalah laki-laki yang tidak tertandingi sepanjang umat manusia.




[2] Shafiyyur rahman al mubarakfury, sirah nabawiyah, bandung, sygma publishing, 2010, hal.95
[3] Shafiyyur rahman al mubarakfury, sirah nabawiyah, bandung, sygma publishing, 2010, hal.99

[4] Shafiyyur rahman al mubarakfury, sirah nabawiyah, bandung, sygma publishing, 2010, hal.100

[5]Shafiyyur rahman al mubarakfury, sirah nabawiyah, bandung, sygma publishing, 2010, hal.100

[6] murodi, dakwah islam dan tantangan masyarakat quraisy, jakarta, kencana prenada media group, 2013, hal. 111.
[7]Shafiyyur rahman al mubarakfury, sirah nabawiyah, bandung, sygma publishing, 2010, hal.226.


[8]. murodi, dakwah islam dan tantangan masyarakat quraisy, jakarta, kencana prenada media group, 2013, hal. 134.
[9]murodi, dakwah islam dan tantangan masyarakat quraisy, jakarta, kencana prenada media group, 2013, hal. 157.
[10]murodi, dakwah islam dan tantangan masyarakat quraisy, jakarta, kencana prenada media group, 2013, hal. 165.

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 komentar:

Posting Komentar